Oleh : Indra Ginanjar
Perhatikan dengan benar, yang akan kita buat
itu apakah alat bantu kita untuk mengajar (presentasi) ke siswa atau kita
arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa alias untuk belajar mandiri di rumah
atau sekolah. Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua:
- Multimedia Presentasi Pembelajaran: Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint, dsb.
- Multimedia Pembelajaran Mandiri: Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (know how, rule of thumb, pengalaman guru). Tentu karena menggantikan guru, harus ada fitur assesment untuk latihan, ujian dan simulasi termasuk tahapan pemecahan masalahnya. Untuk level yang kompleks dapat menggunakan software semacam Macromedia Authorware atau Adobe Flash. Sayangnya saya masih belum bisa nemukan yang selevel dengan itu untuk opensource-nya. Kita juga bisa menggunakan software yang mudah seperti OpenOffice Impress atau Microsoft PowerPoint, asal kita mau jeli dan cerdas memanfaatkan berbagai efek animasi dan fitur yang ada di kedua software terebut.
Sebagian kita sebagai seorang guru yang setiap
hari berkecimpung dalam dunia belajar mengajar tentu saja sudah mengenal apa
yang dimaksud dengan Multimedia Pembelajran Interaktif atau sering disingkat
MPI. Langsung terbayang diangan-angan bentuk dan rupa sebuah MPI sebuah mata
pelajaran. Kemudian ketika mulai meningkat pertanyaannya, bisakah membuat MPI ?
Hal pertama yang terlintas pada benak seorang
guru, saya khususnya langsung berfikir sebuah software yang sering dipakai
untuk membuat animasi yaitu Macromedia Flash atau versi-versi Aplikasi Flash
yang lain. Belum terlintas bahwa Powerpoint pun bisa dimanfaatkan untuk membuat
multimedia pembelajaran interaktif. Dan tentu saja akan langsung terbayang
langkah-langkah yang teramat sulit untuk mempelajari flash yang notabene dengan
action scriptnya yang lumayan rumit.
Akan tetapi setelah mulai mengenal teman-teman
guru yang juga senang terhadap multimedia pembelajaran interaktif ini dan
mengikuti berbagai lomba yang pernah diadakan terkait MPI, mulai terang bahwa
powerpoint pun sanggup melakukannya dengan sangat interaktif dan powerful.
Apalagi jika nantinya kita juga ingin
membagikan pengetahuan kita tentang multimedia pembelajaran interaktif. Maka
powerpoint adalah hal yang harus dikuasai dan bisa dibilang mudah dalam
mendalaminya. Hal ini berdasarkan pengalaman setiap masing-masing guru yang
tentu saja minimal sudah mengenal mengenai aplikasi powerpoint, walau sebatas
dimanfaatkan sebagai alat untuk presentasi. Tidak kalah penting tentang
kemudahan itu adalah aplikasi powerpoint sudah terinstal dalam PC ketika instal
aplikasi office (microsoft word). Tidak bingung-bingung lagi untuk menginstal
aplikasi macromedia Flash dan sejenisnya.
Namun ada beberapa hal yang perlu diketahui
agar media pembelajran interaktif yang kita buat menjadi lebih mudah dalam
penyusunan atau lebih powerful hasil akhirnya. Kurang lebih ada 4 hal yang
harus kita ketahui demi hasil yang boleh dibilang bagus.
- Pertama adalah Slide Master
Master slide berguna untuk mempermudah kita
dalam menambahkan hyperlink antar slide dengan rancangan tombol atau theme yang
sama. Ilustrasinya seperti ini, bahwa setelah kita membuat slide master maka
ketika kita buat slide baru dengan memilih thema slide master yang kita buat
maka kita sudah tidak lagi merancang tombol-tombol maupun gambar yang
diinginkan harus sama. Dikarenakan letak maupun desain setiap slide yang berisi
tombol-tombol nafigasi antar materi harus sama.
Untuk membuat slide master atau menampilkan
halaman slide master langkah-langkahnya sebagai berikut.
- Klik menu View => Slide Master
- Maka akan terbuka halaman slide master. Pada slide paling atas adalah slide yang kita gunakan sebagai tempat desain utama. Setelah kita selesai mendisain pada slide master ini kita bisa menutupnya dengan cara klik perintah Close
- Untuk menambah slide berupa slide master yang sudah kita buat maka ketika kita klik perintah New Slide yang berada pada Ribbon, bukan klik kanan pada slide lalu new slide. Perhatikan gambar dibawah ini. Dengan begitu maka kita bisa memilih slide master yang sudah kita disain. Begitu seterusnya. Dan setelah semua dianggap cukup slide yang kita buat maka kita bisa menambahkan Action berupa Hyperlink pada master slide. Maka dengan begini cukup sekali kita memberikan hyperlink maka akan teraplikasikan kepada semua slide yang menggunakan slide master tersebut.
- Yang kedua adalah Hyperlink
Hyperlink berguna untuk memberikan tautan
antar slide. Layaknya sebuah web atau blog, maka hyperlink adalah sebuah
navigasi untuk beralih slide. Menerapkannya pun cukup mudah, yaitu setelah kita
membuat sebuah objek tombol selanjutnya kita klik menu Insert kemudian pilih
Action dan pilih hyperlink. Akan terlihat tujuan dari hyperlink yang kita
pilih. Apabila akan menuju slide tertentu maka kita pilih Slide kemudian
pilihlah slide yang tersedia sesuai tombol yang diharapkan. Akan tetapi jangan
lupa untuk menghilangkan centang pada Transition antar slide dengan keterangan
On Mouse Click. Artinya ketika tanda centang ini kita hilangkan, maka ketika
ada klik pada slide show tidak akan beralih ke slide berikutnya, namun akan
mengikuti hyperlink yang sudah kita atur.
- Yang ketiga adalah Animation Triggers
Secarara singkat fungsi dari animation
triggers atau triggers pada powerpoint adalah menjalankan sebuah animasi dengan
diawali perintah klik pada sebuah objek yang dijadikan pemicunya. Misalnya kita
memiliki sebuah tombol dan sebuah teks dengan efek animasi entrance Fly In. Dan
selanjutnya kita berikan fungsi trigger pada animasi fly in ini yang mengacu
pada tombol, maka teks akan melayang ketika tombol kita klik pada slide show.
Untuk mengatur triggers kita sebelumnya sudah
harus memiliki objek yang diberi animasi. Dan aturlah pada Effect Option pilih
tab Timing, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Cukup mudah dan gampang dipelajari, saya yakin
tidak sampai lima menit kita bisa menerapkan animation triggers ini.
- Dan yang keempat adalah Visual Basic for Application (VBA)
Microsoft Visual Basic for Application adalah
sebuah turunan bahasa pemrogaman Visual Basic yang dikembangkan oleh Microsoft
dengan tujuan untuk memudahkan pengguna untuk mendesain dan membangun program
Visual Basic dalam aplikasi utamanya Ms Office, dan lebih spesifiknya pada
powerpoint. Dengan VBA kita dapat dengan mudah mengkustomisasi pekerjaan berupa
animasi berulang-ulang atau pekerjaan lain yang kompleks. Dengan kata lain VBA
dapat menggantikan fungsi animasi hanya dengan sederet bahasa pemrogramam.
Cukup sulit memang untuk mempelajarinya bagi kita yang sebelumnya memang buta
sama sekali mengenai Visual Basic. Namun tidak harus menjadi putus semangat
dalam mendalami bahasa VBA ini. Karena dengan terus berlatih dan bertanya pada
ahlinya kita akan sedikit-demi sedikit memahaminya.
Untuk dapat menjalankan VBA ini kita harus
mengatur agar Menu Developer dapat ditampilkan dahulu pada layar powerpoint,
yaitu dengan cara sebagai berikut.
- Pada Powerpoint 2007
- Pertama-tama klik pada Office Button, lalu
pilih Powerpoint Options
- Selanjutnya berilah centang Show Developer
tab in the Ribbon
- Pada powerpoint 2010
- Klik Office Button kemudian pilih Option
- Pilihlah Customize Ribbon => Main tab
=> Add => lalu OK
- Selanjutnya akan terlihat pada Ribbon menu
Developernya yang berisi berbagai atribut perintah dalam mengatur VBA
Selanjutnya untuk lebih mendalami mengenai
bahasa VBA ini teman-teman dapat mencari dari berbagai referensi untuk
selanjutnya dikembangkan. Karena salah satu manfaat dari fungsi VBA ini dapat
kita terapkan pada sebuah halaman quiz untuk menjumlahkan menskoran secara
otomatis, atau bisa juga sebagai perintah untuk randomisasi beberapa soal quiz
dalam bentuk picture.
Demikianlah 4 hal yang kiranya dapat kita
pelajari dan kuasai agar Media Pembelajran yang akan kita buat dapat memperoleh
hasil yang boleh dibilang bagus. Atau apabila masih ada hal-hal lain yang
kiranya masih kurang teman-teman bisa menambahkannya sebagai masukan dan
tambahan. Karena saya juga masih dalam proses belajar membuat Multimedia
Pembelajran Interaktif khususnya dengan Powerpoint.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar