PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF
DALAM PROFESI GURU PENJASKES
Indra Ginanjar
Permasalahan
yang sering muncul dalam pembelajaran
adalah kurangnya penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar.
Banyak guru melaksanakan proses belajar mengajar menggunakan metode ceramah
yang memberikan kesan monoton. Masih ada guru karena lebih mudah
dilakukan, padahal pembelajaran tidak hanya dari penyampaian verbal saja.
Dengan metode ceramah hanya guru yang berperan aktif didalam kegiatan
pembelajaran, sehingga siswa cepat tanggap tetapi cepat pula lupa yang
mengakibatkan timbulnya rasa bosan, ngantuk, tidak konsentrasi, dan ribut
sehingga siswa kurang semangat dalam belajar
Dengan demikian, perlu kiranya
seorang pendidik untuk mencoba mengatasi hal tersebut dengan penggunaan media
yang lebih bersifat mengembangkan keaktifan siswa, meningkatkan motivasi
belajar siswa, dan meningkatkan konsentrasi siswa terhadap materi yang
disampaikan oleh guru sehingga siswa mendapatkan hasil belajar yang optimal.
Multimedia Interaktif (MMI) adalah
suatu multimedia yang memiliki unsur audio-visual (termasuk animasi), yang
dirancang supaya melibatkan respon pemakai (siswa) secara aktif. Multimedia
Interaktif yang dimaksudkan adalah Multimedia Interaktif offline yang berbentuk
Compact-Disk (CD)
Implementasi
dalam pelaksanaan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru bisa mencakup
srategi, metode ataupun media dalam pembelajaran yang digunakan salah satunya
adalah pembelajaran dengan menggunakan multi media interaktif, dengan tujuan
untuk meningkatkan proses belajar mengajar secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, memotipasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Sebagaimana
dikemukakan K. Ivor ( dalam Sanjaya : 2011: 24 ) “ Salah satu kecenderungan
yang sering dilupakan adalah melupakan bahwa hakekat pembelajaran adalah
belajarnya siswa dan bukan mengajarkannya guru “. Dari pendapat di atas, guru
seharusnya mampu memanfaatkan perannya sebagai fasilitator yaitu mampu
mengembangkan dan menerapkan berbagai teknologi pembelajaran dalam upaya
pembelajaran siswa. Oleh karena itu sudah saatnya guru mengembangkan dan
menerapkan teknologi dengan memanfaatkan multi media interaktif dalam
pembelajaran.
“
Teknologi pembelajaran merupakan usaha
sistimatik dalam merancang , melaksanakan dan meng evaluasi keseluruhan proses
belajar dan mengajar untuk suatu tujuan khusus serta didasarkan pada penelitian
tentang proses dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber
manusia dan non manusi agar belajar dapat berlangsung efektif “. (Commision on Intructional Technologi).
Selanjutnya Seels ( dalam Warsita, 2008 : 13 ) mengatakan bahwa teknologi pembelajaran
adalah teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan
serta evaluasi tentang proses sumber belajar. Dengan demikian pemanfaatan
teknologi pembelajaran terletak pada sumber daya manusia yang mengelola
pendidikan harus memiliki kemampuan akademis dan profesional yang handal untuk
mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi pembelajaran agar penyelenggaraan
pendidikan menjadi berkualitas, efektif, efesien dan relevan dengan kebutuhan
dan tuntutan zaman. Lingkup pemanfaatan teknologi pembelajaran merupakan suatu
tindakan menggunakan metode dan model instruksional, bahan dan peralatan media
untuk meningkatkan suasana pembelajaran. Dengan adanya teknologi pembelajaran
dapat memudahkan dan memfasilitasi siswa dalam belajar. Oleh karena itu, supaya
pembelajaran siswa dapat meningkat meningkat, aktif, kreatif, maka diperlukan
suatu media pembelajaran baru yang diharapkan dapat meningkatkan minat,
motivasi,dan pertasi belajar siswa.
Dengan semakin
berkembangnya teknologi pembelajaran salah satunya multimedia interaktif model
tutorial , maka proses pembelajaran tidak lagi menoton dan bersifat
verbalistik. Melalui penggunaan multimedia interaktif model tutorial menjadikan
proses pembelajaran lebih menyenangkan akan menjadi pilihan tepat untuk
keberhasilah dala pembelajaran , terutama dalam mata pelajaran Penjaskes.
Penerapan MMI membantu siswa untuk cepat
menguasai suatu bahan atau materi dan mampu
menilai kemampuanya sendiri baik dari segi teknik pelaksaan maupun dari
rangkaian gerak yang dipelajarinya. Hal ini memudahkan guru untuk memberikan
instruksi pembelajaran dan membantu guru diakarenakan siswa dapat belajar
sendiri dengan cara visualisasi karena mereka dapat melihat mana gerakan dan
teknik yang benar setelah mereka melihat dengan jelas melalui mmi tersebut.
Penggunaan
komputer multimedia dalam proses pengajaran dan pembelajaran adalah dengan
tujuan meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran. Dengan berkembangnya
teknologi multimedia, unsur-unsur video, bunyi, teks dan grafik dapat dikemas
menjadi satu melalui VCD atau DVD. Konsep permainan dalam pembelajaran digabung
untuk menghasilkan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan. Model – model ini
dapat digunakan dalam pembelajaran di dalam kelas atau pembelajaran sendiri. Bisa
juga digunakan untuk pembelajaran di rumah dan di sekolah. Sesi pembelajaran
bisa disesuaikan dengan tahap penerimaan dan pemahaman siswa Pencapaian dan
keberhasilan pelajar akan diuji. Jika siswa tidak mencapai tahap yang
memuaskan, maka sesi pemulihan pula akan dilaksanakan. Rekord pencapaian siswa
akan disimpan supaya prestasi siswa bisa diawasi. Konsep pembelajaran sendiri
dapat dilaksanakan bila informasi tersebut menarik dan memotivasikan siswa
untuk terus belajar. Ini dapat dicapai jika materi atau informasi direka bentuk
dengan baik menggunakan multimedia. Suasana pengajaran dan pembelajaran yang
interaktif akan menggalakkan komunikasi
berbagai hal (siswa-guru,
siswa-siswa, siswa- vcd) Gabungan berbagai media yang memanfaatkan sepenuhnya
indra penglihatan dan pendengaran mampu menarik minat belajar. Namun yang lebih
utama ialah pencapaian objektif pengajaran dan pembelajaran dengan berkesan.
Harus diingat bahawa teknologi multimedia hanya bertindak sebagai pelengkap,
tambahan atau alat bantu kepada guru. Multimedia tidak akan mengambil alih
tempat dan tugas guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar