Kamis, 08 September 2016

PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PROFESI GURU PENJASKES



PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF  
DALAM PROFESI GURU PENJASKES
Indra Ginanjar

 

Permasalahan yang sering muncul dalam  pembelajaran  adalah  kurangnya penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar. Banyak guru melaksanakan proses belajar mengajar menggunakan metode ceramah yang memberikan kesan monoton. Masih ada guru  karena  lebih mudah dilakukan, padahal pembelajaran tidak hanya dari penyampaian verbal saja. Dengan metode ceramah hanya guru yang berperan aktif didalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa cepat tanggap tetapi cepat pula lupa yang mengakibatkan timbulnya rasa bosan, ngantuk, tidak konsentrasi, dan ribut sehingga siswa kurang semangat dalam belajar
Dengan demikian, perlu kiranya seorang pendidik untuk mencoba mengatasi hal tersebut dengan penggunaan media yang lebih bersifat mengembangkan keaktifan siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan meningkatkan konsentrasi siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru sehingga siswa mendapatkan hasil belajar yang optimal.
Multimedia Interaktif (MMI) adalah suatu multimedia yang memiliki unsur audio-visual (termasuk animasi), yang dirancang supaya melibatkan respon pemakai (siswa) secara aktif. Multimedia Interaktif yang dimaksudkan adalah Multimedia Interaktif offline yang berbentuk Compact-Disk (CD)
Implementasi dalam pelaksanaan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru bisa mencakup srategi, metode ataupun media dalam pembelajaran yang digunakan salah satunya adalah pembelajaran dengan menggunakan multi media interaktif, dengan tujuan untuk meningkatkan proses belajar mengajar secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, memotipasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Sebagaimana dikemukakan K. Ivor ( dalam Sanjaya : 2011: 24 ) “ Salah satu kecenderungan yang sering dilupakan adalah melupakan bahwa hakekat pembelajaran adalah belajarnya siswa dan bukan mengajarkannya guru “. Dari pendapat di atas, guru seharusnya mampu memanfaatkan perannya sebagai fasilitator yaitu mampu mengembangkan dan menerapkan berbagai teknologi pembelajaran dalam upaya pembelajaran siswa. Oleh karena itu sudah saatnya guru mengembangkan dan menerapkan teknologi dengan memanfaatkan multi media interaktif dalam pembelajaran.
“ Teknologi  pembelajaran merupakan usaha sistimatik dalam merancang , melaksanakan dan meng evaluasi keseluruhan proses belajar dan mengajar untuk suatu tujuan khusus serta didasarkan pada penelitian tentang proses dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan non manusi agar belajar dapat berlangsung efektif “. (Commision on Intructional Technologi). Selanjutnya Seels ( dalam Warsita, 2008 : 13 ) mengatakan bahwa teknologi pembelajaran adalah teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan serta evaluasi tentang proses sumber belajar. Dengan demikian pemanfaatan teknologi pembelajaran terletak pada sumber daya manusia yang mengelola pendidikan harus memiliki kemampuan akademis dan profesional yang handal untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi pembelajaran agar penyelenggaraan pendidikan menjadi berkualitas, efektif, efesien dan relevan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Lingkup pemanfaatan teknologi pembelajaran merupakan suatu tindakan menggunakan metode dan model instruksional, bahan dan peralatan media untuk meningkatkan suasana pembelajaran. Dengan adanya teknologi pembelajaran dapat memudahkan dan memfasilitasi siswa dalam belajar. Oleh karena itu, supaya pembelajaran siswa dapat meningkat meningkat, aktif, kreatif, maka diperlukan suatu media pembelajaran baru yang diharapkan dapat meningkatkan minat, motivasi,dan pertasi belajar siswa.
 Dengan semakin berkembangnya teknologi pembelajaran salah satunya multimedia interaktif model tutorial , maka proses pembelajaran tidak lagi menoton dan bersifat verbalistik. Melalui penggunaan multimedia interaktif model tutorial menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan akan menjadi pilihan tepat untuk keberhasilah dala pembelajaran , terutama dalam mata pelajaran Penjaskes. Penerapan MMI membantu  siswa untuk cepat menguasai suatu bahan atau materi dan mampu  menilai kemampuanya sendiri baik dari segi teknik pelaksaan maupun dari rangkaian gerak yang dipelajarinya. Hal ini memudahkan guru untuk memberikan instruksi pembelajaran dan membantu guru diakarenakan siswa dapat belajar sendiri dengan cara visualisasi karena mereka dapat melihat mana gerakan dan teknik yang benar setelah mereka melihat dengan jelas melalui mmi tersebut.
Penggunaan komputer multimedia dalam proses pengajaran dan pembelajaran adalah dengan tujuan meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran. Dengan berkembangnya teknologi multimedia, unsur-unsur video, bunyi, teks dan grafik dapat dikemas menjadi satu melalui VCD atau DVD. Konsep permainan dalam pembelajaran digabung untuk menghasilkan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan. Model – model ini dapat digunakan dalam pembelajaran di dalam kelas atau pembelajaran sendiri. Bisa juga digunakan untuk pembelajaran di rumah dan di sekolah. Sesi pembelajaran bisa disesuaikan dengan tahap penerimaan dan pemahaman siswa Pencapaian dan keberhasilan pelajar akan diuji. Jika siswa tidak mencapai tahap yang memuaskan, maka sesi pemulihan pula akan dilaksanakan. Rekord pencapaian siswa akan disimpan supaya prestasi siswa bisa diawasi. Konsep pembelajaran sendiri dapat dilaksanakan bila informasi tersebut menarik dan memotivasikan siswa untuk terus belajar. Ini dapat dicapai jika materi atau informasi direka bentuk dengan baik menggunakan multimedia. Suasana pengajaran dan pembelajaran yang interaktif akan menggalakkan komunikasi   berbagai           hal (siswa-guru, siswa-siswa, siswa- vcd) Gabungan berbagai media yang memanfaatkan sepenuhnya indra penglihatan dan pendengaran mampu menarik minat belajar. Namun yang lebih utama ialah pencapaian objektif pengajaran dan pembelajaran dengan berkesan. Harus diingat bahawa teknologi multimedia hanya bertindak sebagai pelengkap, tambahan atau alat bantu kepada guru. Multimedia tidak akan mengambil alih tempat dan tugas guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar