MEMBUAT MMI E Learning
Oleh : Indra Ginanjar
E-Learning
atau electronik learning adalah
pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi
komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan
pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa
harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning
sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses
dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning
tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun
internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola
e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai
kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar
dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
ISpring
Presenter merupakan salah satu tool
yang mengubah file presentasi menjadi
bentuk flash dan bentuk SCORM / AICC, yaitu bentuk yang biasa
digunakan dalam pembelajaran dengan e-learning LMS (Learning management System).
Perangkat lunak Ispring tersedia dalam versi free (gratis) dan berbayar.
Ispring
Presenter secara mudah dapat
diintegrasikan dalam Microsoft power
point sehingga penggunaannya tidak membutuhkan keahlian yang rumit.
Beberapa fitur Ispring Presenter adalah :
1. Ispring Presenter bekerja sebagai add-ins PowerPoint, untuk
menjadikan file PowerPoint lebih menarik dan interaktif berbasis Flash dan
dapat dibuka di hampir setiap komputer atau platform.
2. Dikembangkan untuk mendukung e-learning. Ispring Presenter dapat menyisipkan berbagai bentuk media, sehingga
media pembelajaran yang dihasilkan akan lebih menarik, diantaranya adalah dapat
merekam dan sinkronisasi video presenter, menambahkan Flash dan video YouTube,
mengimpor atau merekam audio, menambahkan informasi pembuat presentasi dan logo
perusahaan, serta membuatnavigasi dan desain yang unik.
3. Mudah didistribusikan dalam format flash, yang
dapat digunakan dimanapun dan dioptimalkan untuk web.
4.
Membuat kuis
dengan berbagai jenis pertanyaan/soal yaitu :
True/False, Multiple Choice, Multiple response, Type In, Matching,
Sequence, numeric, Fill in the Blank, Multiple Choice Text.
Gambar dibawah ini adalah salah satu contoh media pembelajaran yang dibuat
dengan iSpring
.
Ada
beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :
1) Pembelajaran jarak jauh.
E-Learning memungkinkan pembelajar
untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa
berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di
tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan
secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.
Pembelajar belajar dari komputer di
kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun
jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi
belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau
perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu
belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
2) Pembelajaran dengan perangkat
komputer
E-Learning disampaikan dengan
memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat
multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan
memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar
dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut
berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat
diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas
konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
3) Pembelajaran formal vs. informal
E-Learning bisa mencakup
pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya
adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang
telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak
terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini
biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada
karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan
perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di
bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan
secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana
mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang
ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada
masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
4) Pembelajaran yang ditunjang oleh
para ahli di bidang masing-masing.
Walaupun sepertinya e-Learning
diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan,
ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang
masing-masing, yaitu:
a.
Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang
disampaikan
b. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis
mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur
metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih
menarik untuk dipelajari
c. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk
grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan
menarik untuk dipelajari
d.
Ahli bidang Learning Management
System (LMS).
Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara
instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Di sini, pembelajar bisa melihat
modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang
harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur,
nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat
nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas Metode
pembelajaran ini memiliki dampak positif dan negative dalam
pelaksanaannya,berikut penjabarannya :
B.
DAMPAK POSITIF E-LEARNING
1)
Metode pembelajaran ini bisa
dilakukan kapan saja asal sesuai dan memenuhi target yang diberikan
universitas.
2)
Lebih efisien dan efektif. Hal ini
karena metode ini dapat menghemat waktu dan tenaga, peserta didik tidak
perlu pergi ke sekolah/kampus untuk belajar, terutama untuk mahasiswa
jadwal kuliah fleksibel karena jadwal kuliah tidak dibakukan dan dapat
meminimalisir mahasiswa mengantuk atau bosan ketika mengikuti kuliah. Apabila
mahasiswa diberi tugas oleh dosen mereka bisa langsung mencari jawaban dari
tugas tersebut lewat browsing di internet langsung.
3)
Metode ini dapat menghemat biaya
yang dikeluarkan mahasiswa. Apabila semua dosen di universitas menggunakan
metode ini, maka mahasiswa tidak perlu membayar biaya perkuliahan dalam jumlah
besar. Mahasiswa tidak perlu mengeluarkan uang untuk browsing internet karena
sebagian besar universitasnya menyediakan fasilitas hot spot (wi fi zone).
4)
Mahasiswa harus benar-benar aktif
dalam proses belajar, karena dosen hanya bertindak sebagai pengarah, mediator,
motivator, dan fasilitator.
5)
Secara tidak langsung metode
pembelajaran ini mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi sahingga
mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga supaya tidak gaptek (gagap
teknologi). Mengingat di zaman yang maju dan modern seperti ini penguasaan
teknologi sangat dibutuhkan.
6)
Dapat menghemat penggunaan kertas
yang digunakan untuk mencatat atau mengerjakan tugas sehingga dapat membantu
mencegah perluasan atau percepatan global warming. Seperti yang kita ketahui
bersama bahwa kertas terbuat dari bahan dasar pohon, padahal pohon merupakan
“peredam” global warming.
C. DAMPAK
NEGATIF E-LEARNING
1) Tidak semua mata kuliah menuntut
mahasiswa harus aktif sepenuhnya, seperti mata kuliah kalkulus, statistik,
akuntansi, fisika atau mata kuliah kantitatif lainnya yang memerlukan bimbingan
dari dosennya langsung. Untuk mata kuliah tersebut seperti itu pembelajaran
seperti biasanya masih sangat dibutuhkan oleh mahasiswa.
2) Metode ini membuat mahasiswa menjadi
malas karena semuanya serba instant.
3) Penggunaan teknologi internet dalam
proses belajar mengajar membuat mahasiswa semakin jauh dari buku. Padahal
bagaimanapun juga buku adalah jendela dunia. Selain itu pertanggungjawaban dari
pelajaran yang diajarkan melalui metode e-learning sulit dibuktikan karena
pembelajaran tersebut berada di dunia maya, dimana didunia ini semua bisa
dimanipulasi dengan mudah.
4) Kurangnya atau minimnya tatap muka
antara dosen dan mahasiswa membuat komunikasi diantara keduanya kurang, padahal
saat ini komunukasi langsung sangat diperlukan. Selain itu, kadang mahasiswa
sama sekali tidak tahu siapa dosennya sehingga mahasiswa kurang hormat terhadap
dosennya.
Berdasarkan penjabaran
diatas,usahakanlah untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari
penggunaan metode ini. Meskipun metode ini digunakan, namun tetap harus
mengutamakan komunikasi langsung antara mahasiswa dengan dosennya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar